Logo

PKM Dosen, Alumni dan Mahasiswa Magister Manajemen Unpam : Strategi Pengembangan UMKM Berkelanjutan di Cibodas Tangerang

Published on: 19 Apr 2026

Kegiatan Mahasisiwa dan Alumni

Cibodas, Tangerang – Minggu, 19 April 2026


Komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma tidak hanya berhenti pada kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat. Hal inilah yang kembali ditegaskan oleh para dosen Program Studi Magister Manajemen (S-2) Universitas Pamulang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan pada Minggu, 19 April 2026, di wilayah Cibodas, Tangerang.

Dalam sambutan mewakili Magister Manajemen disampaikan oleh Dr. Yayan Sudaryana, dan dihadiri oleh Lurah Cibodas Sari Bpk. Wawan Herwana SH, dan ketua UMKM ibu Hj. Eka Djuniarsih sekaligus owner BIntang Sawi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM ini mencakup beberapa aspek penting, antara lain penguatan sumber daya manusia, inovasi pemasaran, serta perancangan sistem keuangan sederhana namun efektif. Tim dosen bersama mahasiswa dan alumni melakukan observasi langsung terhadap operasional usaha, kemudian memberikan rekomendasi berbasis analisis manajerial yang aplikatif.

Dr. Yayan Sudaryana menekankan bahwa keberlanjutan UMKM sangat ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. “Kami mendorong UMKM Bintang Sawi untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta peningkatan kualitas produk,” jelasnya.

Mengangkat tema “Strategi Pengembangan UMKM Berkelanjutan melalui Penguatan Sumber Daya Manusia, Inovasi Pemasaran, dan Perancangan Keuangan”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya komunitas UMKM Bintang Sawi yang menjadi mitra utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Fokus utama kegiatan ini adalah pendampingan dan penguatan kapasitas usaha mikro milik Hj. Eka Djuniarsih, ketua UMKM Bintang Sawi, yang selama ini menjadi salah satu pelaku usaha lokal dengan potensi pengembangan yang signifikan di wilayah tersebut.

Sinergi Akademisi dan Pelaku UMKM

Kegiatan PKM ini dihadiri oleh sejumlah dosen Magister Manajemen Universitas Pamulang yang memiliki kompetensi di bidang manajemen sumber daya manusia, pemasaran, dan keuangan. Kehadiran para akademisi tersebut tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai fasilitator yang secara langsung membimbing para pelaku UMKM dalam memahami strategi bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Ketua tim PKM dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan strategis yang tidak hanya fokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan fondasi usaha, khususnya pada aspek sumber daya manusia, inovasi, serta pengelolaan keuangan.

“UMKM tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus mampu berkembang secara berkelanjutan. Kunci utamanya terletak pada kualitas SDM, kemampuan berinovasi dalam pemasaran, serta pengelolaan keuangan yang sehat dan terstruktur,” ujarnya.

Fokus pada Penguatan Sumber Daya Manusia

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah penguatan sumber daya manusia (SDM). Para dosen menekankan bahwa SDM merupakan aset terpenting dalam sebuah usaha, termasuk UMKM. Tanpa SDM yang kompeten, sulit bagi sebuah usaha untuk berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya peningkatan kapasitas diri, mulai dari keterampilan komunikasi, manajemen waktu, hingga kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. Selain itu, pelaku UMKM juga diajak untuk mulai menerapkan pola pikir kewirausahaan yang inovatif dan proaktif.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi ini, terutama ketika diberikan studi kasus yang relevan dengan kondisi usaha mereka. Diskusi interaktif pun terjadi, di mana para pelaku UMKM berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola usaha sehari-hari.

Inovasi Pemasaran di Era Digital

Memasuki sesi berikutnya, pembahasan difokuskan pada inovasi pemasaran. Dalam era digital saat ini, strategi pemasaran konvensional dinilai sudah tidak cukup untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, para dosen memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien.

Peserta diperkenalkan pada berbagai platform digital seperti media sosial, marketplace, serta teknik dasar branding dan content marketing. Tidak hanya teori, peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan pembuatan konten promosi sederhana yang menarik dan komunikatif.

Salah satu narasumber menjelaskan bahwa kekuatan pemasaran digital terletak pada konsistensi dan kreativitas. “UMKM harus mulai membangun identitas brand yang kuat. Konten yang menarik dan autentik akan lebih mudah diterima oleh konsumen, terutama generasi muda,” jelasnya.

Pelaku UMKM Bintang Sawi mengaku mendapatkan wawasan baru dari sesi ini. Mereka menyadari bahwa pemasaran digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diadaptasi untuk meningkatkan daya saing usaha.

Perancangan Keuangan yang Terstruktur

Aspek ketiga yang menjadi fokus utama dalam kegiatan ini adalah perancangan keuangan. Banyak UMKM yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, seperti pencampuran antara keuangan pribadi dan usaha, serta kurangnya pencatatan yang sistematis.

Melalui sesi ini, para dosen memberikan edukasi mengenai pentingnya manajemen keuangan yang baik, mulai dari pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga perencanaan anggaran usaha. Peserta juga diperkenalkan pada konsep dasar arus kas (cash flow) dan bagaimana mengelolanya agar usaha tetap berjalan stabil.

“Keuangan adalah jantung dari sebuah usaha. Jika tidak dikelola dengan baik, maka usaha akan sulit berkembang, bahkan berisiko mengalami kerugian,” ungkap salah satu pemateri.

Para peserta diberikan contoh format pembukuan sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka. Pendekatan yang praktis dan aplikatif ini membuat materi lebih mudah dipahami dan diimplementasikan.

Pendampingan dan Diskusi Interaktif

Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan PKM ini juga dilengkapi dengan sesi pendampingan dan konsultasi. Para pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.

Diskusi berlangsung secara interaktif dan konstruktif. Para dosen memberikan solusi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing usaha, sehingga peserta merasa mendapatkan manfaat yang nyata dari kegiatan ini.

Salah satu pelaku UMKM Bintang Sawi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat relevan dengan kebutuhan usahanya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini kami menjalankan usaha secara otodidak, tetapi hari ini kami mendapatkan panduan yang lebih terarah, terutama dalam hal pemasaran dan keuangan,” ujarnya.

Mendorong UMKM Naik Kelas

Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong UMKM untuk naik kelas. Dengan penguatan pada aspek SDM, pemasaran, dan keuangan, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi Universitas Pamulang dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Cibodas, Tangerang.

Para dosen Magister Manajemen Universitas Pamulang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di berbagai daerah.

Penutup: Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar program formal, tetapi merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial akademisi terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan PKM ini, terlihat jelas bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UMKM Bintang Sawi di Cibodas diharapkan mampu menjadi contoh bagi UMKM lainnya dalam mengembangkan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.

Kegiatan ini pun ditutup dengan harapan besar bahwa sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha akan terus terjalin, demi menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

“Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya kewajiban tridarma perguruan tinggi, tetapi juga bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menyelesaikan persoalan riil di lapangan, khususnya dalam pengembangan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Hamsinah dalam sambutannya.

Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah pelatihan pemasaran digital yang diarahkan untuk memperluas jangkauan pasar UMKM. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial, branding produk, hingga teknik komunikasi pemasaran yang efektif di era digital.

Selain itu, aspek manajemen keuangan juga menjadi perhatian utama. Tim PKM memberikan pelatihan pencatatan keuangan sederhana yang bertujuan agar pelaku usaha dapat memantau arus kas, menghitung laba-rugi secara akurat, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih terstruktur.

Hj. Eka Djuniarsih selaku pemilik UMKM Bintang Sawi menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh tim Magister Manajemen UNPAM. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Banyak hal yang sebelumnya kami jalankan secara tradisional, kini mulai kami perbaiki dengan pendekatan yang lebih modern dan terstruktur,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran praktis bagi mahasiswa dan alumni yang terlibat. Mereka tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga mengaplikasikannya secara langsung dalam konteks dunia usaha nyata.

Partisipasi aktif mahasiswa dan alumni menunjukkan bahwa kolaborasi lintas generasi dalam dunia akademik mampu menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Pamulang dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan problem solving di masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat menghasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan partisipatif, diharapkan UMKM Bintang Sawi dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya di wilayah Tangerang.

Ke depan, program serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas, sehingga kontribusi akademisi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat semakin terasa nyata dan berdampak signifikan. (kms)

Berita Relative