Logo

UNPAM, Kampus Pilihan Para Profesional Mhd. Irsan Nasution, dari Arsiparis ke Jurnal Internasional

Published on: 1 Agu 2025

Kegiatan Mahasisiwa dan Alumni

Pamulang, 1 Agustus 2025 – Setiap mahasiswa membawa kisah dan latar belakang unik ke bangku kuliah, dan Mhd. Irsan Nasution, yang akrab disapa Irsan, adalah salah satu contoh nyata. Sebagai mahasiswa Program Magister Manajemen (MM) Universitas Pamulang (UNPAM) angkatan 2023, Irsan tidak hanya menjalankan peran ganda sebagai pejabat fungsional muda arsiparis di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), tetapi juga seorang ahli yang mumpuni di berbagai bidang.

Irsan memilih UNPAM karena beberapa alasan kuat. Pertama, ia sangat terbantu dengan sistem perkuliahan hybrid dengan pertemuan offline di hari Sabtu, yang sangat cocok dengan kesibukan kerjanya. Kedua, ia memuji biaya kuliah yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas. "Kualitas kampus maupun pengajar tidak kalah ciamik dibandingkan dengan PT-PT swasta bagus tapi mehong," ungkapnya dengan lugas.

Kesan positifnya terhadap UNPAM sangat mendalam. Ia terkejut dengan fasilitas yang memadai meski biaya kuliah rendah, seperti AC yang dingin dan perpustakaan yang nyaman. Irsan juga menyoroti keramahtamahan dan kepedulian para dosen, yang menurutnya sangat pengertian terhadap mahasiswa yang super sibuk. Namun, yang paling membuatnya kagum adalah etos kerja mahasiswa UNPAM yang sangat rajin. "Mahasiswanya juga rajinnya itu loh," katanya. Dedikasi ini, menurutnya, menjadi pendorong bagi dirinya dan rekan-rekan lain untuk terus berprestasi. Ia bahkan berhasil menerbitkan tiga jurnal dalam waktu empat semester, sebuah pencapaian luar biasa.

Irsan juga menyoroti sisi unik dari lingkungan kampus. Ia menyayangkan masih adanya kebiasaan merokok di area kampus meskipun sudah ada larangan. Namun, ia melihat ini sebagai cerminan umum dari kebiasaan buruk yang juga terjadi di masyarakat luas.

Tesis yang ditulis Irsan sangat relevan dengan pekerjaannya, berfokus pada manajemen rotasi jabatan yang berjalan lamban di institusinya. Tesis ini dibimbing oleh dosen-dosen yang sangat memahami kultur PNS, yaitu Ibu Imas dan Bapak Ruknan, dengan penguji Bapak Barto dan Bapak Hadi. Irsan sangat mengapresiasi bimbingan mereka yang cepat tanggap, mudah ditemui, dan tidak neko-neko.

Sebagai seorang PNS di LKPP sejak 2014, Irsan memiliki kompetensi ganda. Selain sebagai arsiparis muda, ia juga bertanggung jawab sebagai pengendali teknis pengelolaan arsip dan menjalankan fungsi-fungsi penting terkait pengadaan barang/jasa pemerintah, seperti probity advisor, trainer of trainee, mediator, konsiliator, hingga pemberi keterangan ahli.

Kisah Irsan Nasution adalah bukti nyata bahwa UNPAM menjadi wadah ideal bagi para profesional sibuk yang ingin meningkatkan kompetensi. Dengan sistem yang mendukung, biaya terjangkau, dan dosen-dosen berkualitas, UNPAM berhasil mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat.

Berita Relative